Assalamu’alaikum teman-teman pembaca blog!
Perkenalkan, namaku Nazril Irham Al Hamidy. Aku adalah lulusan dari TK Al Jihad, dan kini aku meneruskan pendidikanku di Madrasah Tarbiyatul Fallah. Uniknya, sekolahku ini dikelola oleh pihak yang sama dengan TK-ku dulu, jadi aku merasa sangat familiar di sini!
1. Awal yang Tak Terduga: Masa Pandemi
Perjalananku dimulai dengan tantangan yang cukup besar. Sesaat setelah aku mendaftar sekolah, pandemi COVID-19 melanda. Akibatnya, aku harus belajar dari rumah secara daring. Selama masa kelas 1 dan awal kelas 2, aku hanya ke sekolah tiga kali seminggu, itu pun hanya untuk mengumpulkan tugas.
Meskipun kegiatannya terbatas, aku tetap bersyukur karena sesekali masih bisa berjumpa dengan teman-teman walaupun waktu sekolahnya dibagi menjadi beberapa gelombang.
2. Kembali ke Sekolah: Momen yang Ditunggu
Naik ke kelas 3 adalah pengalaman yang sangat aku nantikan. Aku sudah mulai bosan belajar daring sendirian di rumah. Meskipun terkadang aku merasa pusing karena "diomeli" guru soal setoran hafalan surah Al-Qur'an (hehe), rasa lelah itu hilang seketika saat bel istirahat berbunyi. Untuk pertama kalinya, aku bisa jajan di kantin bersama teman-teman! Rasanya senang sekali.
3. Belajar Mandiri & Market Day
Di kelas 4, aku dididik oleh Ibu Nia Sari, guru yang sangat cantik dan baik hati. Beliau selalu menanamkan pesan bahwa sebagai siswa kelas 4, kami harus mulai mandiri.
Salah satu momen paling seru adalah saat kami mengadakan Market Day! Di sana, aku belajar cara berwirausaha, belajar berjualan, dan merasakan senangnya mendapatkan keuntungan dari hasil jualan sendiri. Ada juga ulangan harian setiap minggu yang membuatku semakin rajin belajar.
4. Petualangan ke TMII
Saat naik ke kelas 5, aku merasa diriku semakin dewasa dan disiplin. Salah satu kenangan tak terlupakan adalah saat karyawisata ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah). Itu adalah kali pertama aku pergi jauh tanpa ibuku. Lucunya, ibuku sering mengirim pesan ke Pak Guru untuk menanyakan keadaanku dan meminta foto agar beliau tenang di rumah. Ibu memang perhatian sekali ya!
5. Menuju Gerbang Kelulusan
Tak terasa, sekarang aku sudah duduk di kelas 6. Guruku saat ini adalah Bapak Adi Sucipto. Beliau adalah sosok yang sangat baik, lemah lembut, dan tidak pernah terdengar marah. Aku merasa sangat beruntung menjadi murid beliau dan memiliki teman-teman sekelas yang sangat baik.
Saat ini, aku sedang bersiap menghadapi Ujian Madrasah. Teman-teman, mohon doanya ya agar aku bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan mudah, jujur, dan bisa lulus bersama kalian dengan nilai yang memuaskan.
Terima kasih sudah membaca cerita pengalamanku. Sampai jumpa di cerita berikutnya!
Wassalamu’alaikum.